SMRC mempublikasikan survie 13 Juli lalu. Terungkap bagaimana Ganjar Pranowo mencapai 73% suara, sementara Anies Baswedan 61% dan Prabowo Subianto 59%.
Pendiri SMRC, Saiful Mujani menjelaskan bahwa survei SMRC yang dilakukan pada Mei 2023. Ini menunjukkan secara umum ada 33% yang menyatakan masih sangat atau cukup besar kemungkinan untuk mengubah pilihan presiden, dengan 64% tidak dan 3% belum menjawab.
“Jika perbedaan pemilih kuat dan lemah signifikan di masing-masing calon, maka perubahan-perubahan atau suara swing akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perolehan akhir dalam kontestasi ini,” jelas pendiri SMRC tersebut seperti dikutip siaran pers.
Lembaga Survei Indonesia (LSI)
LSI merilis juga merilis surtei 11 Juli lalu. Hasilnya, Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di survei bakal capres 2024.
Target populasi survei LSI adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional. Survei dilakukan pada 1-8 Juli 2023.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.242 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei diperkirakan ±2.8% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.
Responden awalnya diberikan pertanyaan. Yakni “jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?”.
Hasilnya Prabowo Subianto mendapat 35,8%. Sementara Ganjar Pranowo 32,2% dan Anies Baswedan 21,4%
“Prabowo unggul 3,6%. Sudah cukup bagus tapi belum mencapai dua kali margin of error,” ucapnya.
Berdasarkan tren, nama Prabowo mengalami peningkatan dari sebelumnya 30,3% pada April lalu menjadi 35,8% pada Juli. Nama Ganjar juga mengalami peningkatan dari April lalu 26,9% menjadi 32,2% pada Juli.
Sedangkan nama Anies mengalami penurunan dibanding April lalu. Dari 25,3% menjadi 21,4% pada Juli.
“Terjadi tren penguatan dukungan kepada Prabowo, secara konsisten sejak Januari 2023 sampai sekarang,” ucap Djayadi.
“Yang menarik juga adalah Anies juga mengalami penurunan,” imbuhnya.


























