“PDIP maupun Demokrat adalah sama sama nasionalis, merah putih pancasilais dan tentu kita tidak ingin terjadi perpecahan di antara kita karena politik sesaat. Oleh karena itu, banyak hal yang bisa kita cari kesamaannya,” katanya.
AHY juga menuturkan alasan pertemuannya dengan PDIP terasa indah karena masing-masing parpol menghormati fatsun politik. “Menghormati dan saling memahami posisinya,” katanya.
Puan, kata AHY, paham bahwa Demokrat telah terafiliasi dalam koalisi Pilpres bersama Koalisi Persatuan untuk Perubahan (KPP) bersama Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan.
Di lain sisi, PDIP sendiri punya koalisi yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres. “Menyadari posisi kedua partai, justru jadi sangat terbuka, akhirnya tidak ada rasa tidak enak untuk menyampaikan hal-hal yang memang bagus untuk saling kita ketahui saling kita bicarakan,” ucapnya.
Adapun pertemuan Puan dan AHY dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP dan DPP Demokrat turut hadir. Dari PDIP hadir di antaranya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Utut Adianto, Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto, dan politikus PDIP Andreas Hugo Pareira dan Masinton Pasaribu.
Adapun Demokrat di antaranya Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, dan anggota DPR Didik Mukrianto.


























