“Hanya kesalahan kecil, pada saat itu ibu dari majikan saya itu habis menggunting obat dan tidak terbuang bekasnya,” lanjut DI.
DI kemudian disalahkan hingga dituduh belum menyapu dan mengepel.
Majikan kembali menyuruh DI menyapu dan mengepel tanpa pakaian sehelai pun di tubuhnya.
Perlakuan yang sama juga dialami oleh teman-temannya sesama PRT.
Bahkan mereka takut kabur karena ancaman video telanjang mereka disebarluaskan oleh sang majikan.
Tak tahan, DI bersama temannya sesama PRT berinisial DA kabur dari rumah majikan.
“Saya bersama Da kabur naik tower dan lompat pagar, hingga lari ke Kalibalok.”
“Selama bekerja tidak boleh pakai pakaian dalam dan diberikan baju yang tidak layak.”
“Saya heran dengan majikan saya ini sebagai ASN kok seperti itu dan padahal kakaknya sebagai Polisi.”
“Alhamdulillah saya dan DA bisa kabur, karena PRT lainnya itu pernah kabur tetapi tertangkap lagi,” ungkap DI.
Ia kemudian melaporkan majikannya ke pihak berwajib.






















