“Semua usulan dari mana pun pasti akan dipertimbangkan. Namun, keputusan tetap di tangan Ketum Partai Golkar. Kalau misal usulan DPD dan usulan saya dijahit dan diramu juga bagus, Prabowo-Gibran. Ini juga ideal,” kata Nusron melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/8).
Sementara, Prabowo merespons soal batas usia capres dan cawapres yang kini tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh sejumlah pihak, salah satunya Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Prabowo menilai saat ini banyak negara yang dipimpin oleh tokoh-tokoh muda. Namun ia juga enggan menanggapi bahwa usia 35 tahun sudah cukup dianggap matang sebagai capres dan cawapres di Indonesia.
“Kalau saya lihat ya banyak negara itu pemimpinnya muda-muda sekarang ya,” katanya di Markas PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (2/8).
Prabowo lantas meminta agar publik tidak terlalu fokus membatasi usia seorang calon pemimpin. Ia menegaskan yang paling penting adalah kapabilitas seseorang, bukan hanya soal usia.
“Kalau saya lihat ya, saya lihat jangan kita terlalu melihat usia lah. Kita lihat tekad, idealisme, kemampuan seseorang,” kata Prabowo.
Gibran sendiri beberapa waktu lalu menyanggah berhasrat ikut Pilpres 2024, apalagi sampai jadi cawapres Prabowo.
“Ya itu kan imajinasi kalian semua,” kata Wali Kota Solo itu di Kwitang, Jakarta, Kamis (27/7).
Dia berada di Kwitang untuk bertemu dengan sejumlah pentolan relawan Jokowi.
Gibran mengatakan belum terpikir untuk ikut Pilpres 2024. Ia juga belum memikirkan peluang ikut pemilihan gubernur di Jawa Tengah atau DKI Jakarta pada 2024.
Dia mengklaim ingin menuntaskan kerja sebagai Wali Kota Solo. Meskipun demikian, dia mengaku belum tahu apakah akan kembal Gibran belum tahu apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo lagi pada Pilkada 2024 nanti.
“Tergantung warga ya. Ya lihat nanti, tergantung, 2024 masih lama,” ucap anak sulung dari tiga buah hati Jokowi-Iriana itu.


























